Sabtu, 12 Maret 2011

Secarik Puisi Untuk Gus Dur

Kesederhanaannya
Kesederhanaannya

Gus Dur,
Mata itu, tertutup rapat, Buta, tapi dapat melihat Yang Tidak Terlihat,
Kaki itu, terkulai, Lumpuh, tapi dapat berjalan Ke Tempat Yang Tidak Terjalani,
Lidah itu, Kelu , tapi dapat Menyentuh Hati Yang Tidak Tersentuh,
Wajah itu, Biasa saja, tapi Dicintai oleh 250 juta Hati.
 
Gus Dur, Gus Dur,
Alangkah beruntungnya Matamu Memiliki BUTA-MU,
Alangkah beruntungnya Kakimu Memiliki LUMPUH-MU,
Alangkah beruntungnya Ragamu Memiliki JIWA-MU,
Dan Alangkah Beruntungnya BANGSAMU memiliki GUSDUR-MU.
 
Besok GUS DUR,
Waktu tahun baru datang dan pagi berkuasa,
Kau tidak lagi bersama kami GUS,
Tetes embun yang dingin itu,
Hanya mengingatkan kami akan jasadmu yang mendingin.
 
Tapi,
Napasmu akan terus kami hirup bersama Angin Barat,
Pemikiranmu akan terus menderu seperti Laut Selatan, dan
Rohmu akan terus menaungi Indonesia,
Sampai GARUDA terbang ke Langit Ketujuh.
 
GUS DUR, Terima KASIH, …..Ijinkan saya MELAHAP DUKA ku….!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar