Indonesia kembali berduka. Rabu, 30 Desember 2009 pukul 18.45, K.H Abdurahman Wahid presiden RI ke 4 telah tutup usia akibat sakit. Indonesia kembali kehilangan salah putra terbaiknya. Semasa hidupnya, Gus Dur, demikian beliau biasa disapa telah meninggalkan banyak hal bermanfaat bagi negeri ini dalam rupa tindakan-tindakan maupun sumbangan pemikirannya.
Banyak sekali sifat-sifat terpuji dari beliau yang bisa kita tiru. Dalam pemikiran dan pengamatan saya, setidaknya ada 5 hal menonjol dalam diri Gus Dur yang patu kita teladani:
1. Gus Dur adalah orang yang unik.
Sepak terjang , pernyataan-pernyataan beliau, celetukan humor beliau, serta pemikiran-pemikiran beliau yang think out of the box (terkadang kontroversial), dengan jelas menggambarkan keunikan pribadi Gus Dur.
Salah satunya ialah tatkala beliau mengubah image lembaga kepresidenan yang semula terkesan angker, seram, tertutup dan jauh dari rakyat (semasa era presiden Soeharto), menjadi lembaga yang sangat ramah dan terbuka pada rakyat yang tercermin dari tindak tanduknya saat menjabat sebagai presiden.
2. Sang Pluralis.
Yup. Gus Dur adalah pluralis sejati. Beliau sangat mendukung kebijakan-kebijakan yang mendukung kaum minoritas negeri ini seperti kaum Tionghoa. Salah satu contoh pluralitas beliau adalah tatkala membolehkan warga Tionghoa untuk merayakan hari-hari suci mereka dengan terbuka. Gebrakan lainnya adalah saat menetapkan hari raya IMLEK sebagai libur Nasional.
3. Tegas, Pantang Mundur dan Konsisten.
Gus Dur terkenal amat sangat konsisten. Setiap perkataan beliau, pasti diwujudkan dengan tindakan nyata. Salah satunya adalah ketika beliau mengeluarkan dekrit kepresidenan. Meski dilarang oleh banyak pihak, beliau tetap kukuh terhadap keputusannya semula. Meski pada akhirnya keputusan ini menjadi bumerang bagi karir kepresidenannya
4. Rendah Hati.
Meski sudah menjadi orang besar dan terkenal, Gus Dur sangat rendah hati. Beliau tetap mau bersahabat dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Terbukti, saat wafatnya beliau, ribuan orang mulai dari kalangan elite politik sampai rakyat jelata, datang untuk memberi penghormatan terakhir.
5. “Begitu aja Koq Repot”.
Rekan-rekan netter yang pernah menyaksikan pidato-pidato Gus Dur atau wawancara media TV dengan beliau, pasti pernah mendengar celetukan “begitu aja koq repot” khas Gus Dur ini.
Bagi sebagian orang, celetukan “begitu aja koq repot” menggambarkan pribadi Gus Dur yang suka menyepelekan masalah. Namun, bagi saya, celetukan ini justru menggambarkan bahwa sosok Gus Dur adalah seorang jenius sejati yang mampu menyelesaikan masalah-masalah sulit (bagi kita) dengan MUDAHNYA.
Masih banyak hal-hal positif yang dapat kita kenang dari sosok K.H Abdurahman Wahid. Saat ini hanya demikian yang bisa saya sharekan kepada rekan netter semua.
Semoga tulisan ringan ini membawa manfaat untuk semua dengan mencontoh sifat-sifat positif Gus Dur dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.
Selamat Jalan Gus Dur. Jasa-jasa dan pengabdianmu bagi negeri ini akan selalu lekat di hati kami, bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar